top
logo

Komentar terakhir


Halaman depan
Selamat datang di website Resonans - Pantulan Seni dan Budaya
Era Kebaruan Dan Gaya Hidup Siapkah kita untuk menerimanya?
Jumat, 16 April 2010 13:42

Oleh : Gun Gun Nugraha

 

Ketika sebuah keterpurukan menjadi sebuah permasalahan, maka perlu sebuah strategi kebijakan diwujudkan, kebijakan dasar itu muncul dengan menawarkan sebuah gagasan mengenai sebuah kebijakan pemerintah tentang pembangunan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat kita dalam bidang ekonomi, salah satu bentuk refleksinya membuka pasar global.

 

Sebuah kehidupan era kebaruan merupakan salah satu kunci untuk merumuskan permasalahan bentuk krisis multidimensi atau keterpurukan bangsa kita. Ternyata Satu kata jawaban itu menjadi bentuk pragmentasi yang semakain kompleks, yang pada akhirnya muncul sebuah lingkaran setan yang menyesakan nafas keberadaan eksistensi manusianya itu sendiri, dengan demikian tercipta pula pola-pola kehidupan yang absurd, egosentris, chaos, lumpuhnya rasionalitas, adanya perubahan sosial dsb. Sehingga ini memungkinkan untuk membentuk masyarakat yang hiper-konsumsi. Siapkah kita menerima perubahan ini ?

LAST_UPDATED2
 
Titik Balik Modernisme
Jumat, 16 April 2010 13:35

Menjadikan seni tradisi (karawitan sunda) sebagai

ruang imajenasi virtual fatamorgana tanda

 

Oleh : Oki Hermawan

 

“Dalam sebuah kehidupan yang tertutup berubah menjadi sebuah kehidupan yang transparan, dari yang sacral beralih keyang propan, dari yang rasioanl beralih kehasrat, dari yang realitas beralih ke hiperealitas, sepertinya budaya tradisi memutasikan dirinya menjadi sesuatu hal yang baru namun bersifat temporal,… dan menggandakan dirinya sendiri yang lebih menitik beratkan bentuk mengimitasi dari imitasi.”

(oki.H)

“Kode adalah sebuah perspektif kutipan-kutipan, sebuah fatamorgana struktur ; kita hanya mengetahui keberangkatan dan kedatangannya.”

(Roland barthes)

 

Dalam kehidupan globalisasi atau modern ini, berbagai fenomena dan problematika budaya yang hadir kehadapan kita semakin kompleks adanya, seolah-olah budaya kita sekarang ini dijadikan sebuah tempat untuk berlabuhnya berbagai jenis kebudayaan, budaya pada masa sekarang lebih cenderung mengidentitaskan dirinya sebagai hasil dari bentuk citraan-citraan budaya asing yang tidak jelas referensinya, entah itu yang datangnya dari dunia timur ataupun dunia barat. nilai dan makna kontek budaya asli telah hilang atau menjauh dari sisi kehidupan generasi pada kontek masyarakat saat ini, seolah-olah nilai dan pemaknaannya itu tidak bisa kita temukan lagi dari wujud yang aslinya, dan yang tertinggal kini hanyalah sebuah bentuk sejarah budaya yang dipenuhi dengan cerita dongeng-dongeng yang kosong saja. Dimanakah wujud identitas budaya kita yang sesungguhnya ? apakah kita disini berdiri sebagai orang timur, barat, atau sundakah ?

LAST_UPDATED2
 
Menuju Titik Nol
Jumat, 16 April 2010 13:20

Dalam era globalisme

Oleh : oki hermawan

 

Disatu sisi manusia memiliki kesamaan dengan spesies binatang, yang mempertahankan spesiesnya. Namun disisilain ia adalah, diantara ribuan spesies yang mempertahankan diri, satu-satunya cara mempertahankan dirinya yaitu bersifat merusak…

N. Tinbergen

 

            Berbagai cara telah dilakukan oleh manusia demi suatu perubahannya, namun dari sebuah arah gerak perubahan itu, akhirnya manusia telah membawa dirinya pada sebuah titik nol ; yang dimana manusia telah melakukan upaya untuk memperthankan ekosistemnya, namun dengan cara itu manusia telah membawa dirinya pada keadaan yang slalu mencemaskan. Niscaya usaha mencemaskan itu akhirnya dapat merapuhkan suatu pertahanan hidup manusianya itu sendiri.

            Tingkat perubahan kebudayaan melahirkan ilmu dan teknologi- ini mungkinan peluang manusia untuk mengubah lingkungan semakin besar, dengan demikian memungkinkan  pula manusia untuk melepaskan diri dari sifat ketergantungannya pada alam sekitarnya. Dengan demikian manusia telah merasa bahwa alam telah diciptakan untuk dirinya, maka dari bentuk kesadaran ini berintepretasi, bahwa alam itu harus ditaklukan demi kelangsungan hidupnya.

            Perubahan atau kemajuan dalam bidang kebudayaan telah menambah pula pada sektor kebutuhan manusia, sehingga dari bentuk perubahannya ini pun telah mengubah cara pandang manusianya-manusia menciptakan pakian bukan lagi untuk melindungi dari keadaan panas dan dingin, melainkan untuk sebuah gaya (fashion), mencari makan bukan sekedar untuk penawar lapar, melainkan untuk gengsi semata, penciptaan mol-mol, cafe-cafe, dan industri-industri semakin semerak, sehingga dari perubahan tersebut tercipta sebuah polusi udara, air dan tanah, dan polusi suara. Yang pada akibatnya lingkungan tidak dapat lagi mendukung, dan akhirnya terancam pula kehidupan manusia di bumi.

LAST_UPDATED2
 
“Sang ilusionis – televisi”
Jumat, 16 April 2010 13:29

Oleh : Oki Hermawan

 

Sebuah Kotak  kecil adalah sebagai dunia realitas masyarakat yang kedua, alat tersebut mampu menghadirkan segala sesuatu yang bersifat hayalan menjadi kenyataan, sehingga ini memungkinkan setiap masyarakat penontonnya untuk menjadi sang ilusionis yang lupa akan daratan, layaknya seperti anak kecil yang tidak ingin lepas dari mainanya kesayangannya.

 

Sebuah kotak ajaib yang mampu menampilkan berbagai macam fenomena menjadi dunia realitas masyarakat yang kedua. Berbagai berita dan informasi dari segala produk tampil memukau dan menggairahkan sehingga ini memungkinkan untuk memancing sebuah hasrat dasar manusia untuk ingin memperoleh sebuah benda yang terdapat dalam kotak ajaib tersebut. Entah sesungguhnya apa yang mereka lakukan dengan alat tersebut, namun yang saya ketahui, kotak ajaib itu bebar-benar sakti, dan ketika saya melihatnya pun merasa terheran-heran dan membuat saya untuk slalu terpikirkan, yaitu tentang bagai mana caranya, orang dengan jumlah yang banyak bisa masuk dalam kotak sekecil itu dan yang lebih ajaibnya lagi para penonton sepakbola yang sedang menyaksikan secara live atau langsung atau juga orang-orang yang sedang main sepak bola bisa masuk kedalam kotak ajaib itu, kenapa Ya ?

LAST_UPDATED2
 
Kecerdasan musikal pada anak
Jumat, 16 April 2010 13:08

Oleh: Diki nugraha

 

Kecerdasan musikal pada anak telah lama mendapatkan perhatian yang cukup dalam bagi para peneliti serta psikolog, kecerdasan musikal ini merupakan suatu kemampuan menangani bentuk-bentuk musikal (Hernowo,2003,andai buku itu septong pizza,vii, Kaifa), sedangkan menurut Gardner “ kemampuan untuk merefleksikan kepekaan terhadap musik yang kemudian ditransformasikan dalam bentuk ketepatan pitch dan keselaran tempo dan ritmis” (Djohan,2003, Psikologi Musik, 92,) kecerdasan musikal ini di yakini memiliki hal yang cukup penting bagi manusia khususnya anak , karena kecerdasan musikal ini di yakini oleh para peneliti merupakan kecerdasan yang merupakan awal mula terbentuk pada manusia.

LAST_UPDATED2
 
« MulaiPrev123NextEnd »

Halaman 1 dari 3

bottom
top

Tulisan terakhir

Top tulisan


bottom

Powered by Resonans.