| R. Yuyun Kusumadinata* |
| Selasa, 13 April 2010 11:43 |
|
Oleh: Gundari
R. Yuyun Kusumadinata merupakan salah satu penari sekaligus pencipta tari yang cukup terkenal karena kreatif dan produktif dalam pengolahan tari Sunda. Beliau dilahirkan di Bandung 5 Juli 1935 anak ke 3 dari pasangan R. Sunarya Kusumadinata dan R. U. Sukani. Ayah beliau juga adalah tokoh ibing keurseus dan mempunyai prestasi di bidang seni tari sunda. Sempat mendapatkan penghargaan dua bintang emas, di bidang tari Keurseus sekitar tahun 1927 dan 1935. Kehidupan yang melatarbelakangi R. Yuyun Kusumadinata, mengharuskan untuk setiap keturunan bangsawan belajar tari, berfungsi sebagai sarana pendidikan dan ajang aktualisasi nila-nilai ideal yang dianut oleh bangsawan sunda. Disamping bakat alam, keturunan, dan lingkungan, yang menjadikan beliau sebagai orang yang senang serta mencintai kesenian khususnya seni tari dan karawitan Terlihat dari sejak kecil. Kurang lebih 8 tahun sudah nampak minat dan kesungguhannya pada tari Sunda. Pendidikan tari didaptkan dari ayahnya R. Sunarya Kusumadinata, di sekar pakuan yang berada di pendopo Kabupaten Bandung. Setelah ayahnya meninggal, kemudian beliau menereuskan belajar tari pada beberapa tokoh tari sunda diantarya; R Tjetje Somantri. Aki wira (R.Sambas Wirakusumah; tokoh tari Ibing Keurseus) dan Mama Resna (Resna Gumilar; guru tari topeng di Kanoman). Disamping belajar pada ketiga guru tari tadi, beliau juga belajar tari kepada tokoh-tokoh tari lainnya, antara lain: R Soerawinangun, R. Roebama, Bi Ami, Bi Dasih, Bi Suji dan Sunjaya. Belajar Pencak Silat kepada R. Ema Bratakusumah dan Ibu Ani Kartasasmita, Bapak Empen Sopandi (Garut), Bapak Emen (Garut). Beliau juga sempat belajar dansa dan mengikuti tari modern dan kontemporer kepada Martha Graham di Amerika Serikat, Alvin Ailley M.Dance, Paul Tylor Dance Commpany. Pengetahuan tersebut dilengkapinya dengan mengikuti Ballroom Dancing bersama Meneer Veldkam setingkat diploma, yang diuji oleh Mister Edward Joe; master drama dan tari dari London dan mengambil pengetahuan koreografi, di Shawl Anderson Modern Dance di Benkley USA. Dengan dibekali ilmu dan pengalaman dari beberapa gurunya, beliau mencoba membuat tari-tarian lain. Hasil karyanya ada yang berpijak dari tari tradisi bahkan ada yang mengambil dari gerakan-gerakan luar negeri. Disala-sela kegiatan menari, lawatan ke luar negeri dan menciptakan tari, beliau juga sibuk dengan kegiatan: ketua juri, pengamat, penceramah, pengamat pekan tari Jawa Barat, serta menjadi ketua tari pembina kebudayaan Jawa Barat. Pada tahun 1965, R. Yuyun Kusumadinata menikah dengan Eti Merdiati. Sampai sekarang telah dikaruniai 5 orang anak; dua laki-laki dan 3 perempuan.
Proses kreatif R. Yuyun Kusumadinata Karya beliau sangat kental dengan nilai tradisi, sikap tubuh, gerak, struktur tari, gending pengiring serta busana tari yang dipilih, menampakkan citra agung keemasan kerajaan Sunda Pajajaran. Tokoh-tokoh dalam karya tarinya, diambil dari folklore Sunda. Yakni cerita pantun yang menggambarkan kehidupan raja-raja pajajaran. Misalnya tari Pancancasari, tari Gansrung Arum, tari Simbalarang. Tari Pancasari menggambarkan ketangkasan dan kegagahan prajurit wanita Pajajaran yang dipimpin oleh Pumamasari. Tari Gandrung Arum mengisahkan gerak-gerik putri Gandrung Arum dari Kerajaan Pajajaran yang sedang membujuk Senopati Jaya Antea yang membelot kepada musuh. Secara keseluruhan tokoh-tokoh yang dipakai oleh beliau kebanyakan diambil dari naskah Ruhak Pajajaran(karya Saleh Danasasmita; sejarahwan dan sastrawan Sunda). Hasil kreatifitasnya dibidang tari diantaranya: Tari Arum Endah(berbentuk welcome dance), Tari Pancasari(wirawati kujang sakti), tari Simbalarang(mencari), tari Perwirasantika(sipemanah), dan lainnya. Latar belakang kehidupan R. Yuyun Kusumadinata sebagai bangsawan Sunda, membuat karya-karyanya kental dengan pakem masyarakat Sunda. |
| LAST_UPDATED2 |
