| Cemas - TARREGA (1852-1909) "Bapak Gitaris Modern" |
| Selasa, 16 Pebruari 2010 08:05 |
|
Oleh: Aryande Arsa Fransisco Tarrega atau yang lebih dikenal sebagai "bapak gitaris klasik modern", dilahirkan di Spanyol pada tahun 1852-1909. Dipercaya pada zaman Tarrega mulai digunakannya footstool standar sebagai alat penyangga kaki kiri pada sikap sempurna pada permainan gitar klasik, dimana sebelumnya footstool berupa bantal (M. Carcassi), sandaran pada paha kanan (F. Carulli), sebongkahan batu bata atau sejenisnya dan ada juga beberapa yang menggunakan meja atau kursi sebagai sandaran body bawah gitar, dengan bermain gitar pada posisi berdiri (F. Sor).
Tarrega banyak memberikan ciri baru pada dunia gitar, diantaranya pengguna footstool yang standar, teknik apoyando-tirando, explorasi warna baik tinggi rendah maupun dinamika lemah dan lembut, serta penggunaan gitar yang yang dianggap standar. Adapun 1/3 dari gitar standar pada saat itu disebut gitar wina, pada zaman romantik yang memiliki tone rendah. Sedikit cerita, pada saat yang lalu Julian Arcas senior dari Tarrega mengeluhkan tentang tone gitar yang rendah pad Antonio Tores. Kemudian Antonio Tores akhirnya merancang sebuah gitar dengan menggunakan sisi berbentuk kipas pada bagian dalam resonator, agar suara yang dihasilkan menjadi tipis dan terdengar maksimal. Pada zaman itu pulasenar masih menggunakan usus dombaatau usus singa (abad pertengahan) sebagai simbol prestige dan diganti dengan sabar kecil terbuat dari sutra. Kemudian pada zaman Andre Segovia menggunakan nylon sebagai hasil kolaborasi antara Segivia dan Agustina. Tarrega terlahir dari keluarga yang sederhana, ayahnya adalah seorang satpam dan anak dari seorang ibu yang menjaga biara. Sejak kecil penglihatan Tarrega sedikit terganggu akibat insiden jatuh kedalam sebuah genangan lumpur. Sejak kecil ia suka mengamen dan belajar gitar dan piano pada seorang yang buta. Kemudian setelah dewasa Tarrega hijrah ke Bacelona, disinilah ia mulai mendapatkan komunitas dan kehidupan kota (bangsawan). Tarrega adalah yang seorang perokok berat, ia pernah jatuh hati pada seorang muridnya yang bernama Clamensya. Namun karena Clamensya tidak serius terhadap Tarrega, maka Tarrega lebih memilih gitar sebagai belahan hatinya. Tarrega meiliki jadwal latihan yang tetap, sejak pagi ia memulai kegiatan gitarnya dengan pemanasan jari/fingering, improvisasi kemudian saat siang ia mentranskrip karya-karya piano ke dalam gitar. Karya-karya asli Tarrega berjumlah sekitar 20 karya, 3 lembar karya transkrip. Casiz, Granada dan Sevilla adalah beberapa karya transkrip Tarrega. Kemudian pada jadwal sore hari, Tarrega berkumpul bersama teman-teman dan beberapa muridnya. Setelah ia makan malam, ia mulai bermain gitar untuk dirinya sendiri. Dari seorang Tarrega-lah, muncul beberapa tehnik yang baru seperti pada karya "Grand Jota". Tarrega telah mencetak beberapa muridnya yang terkenal yaitu; Emilio Pujol, M Llobet, Falla, Dick Visser,. Karya-karya Tarrega terbagi atas: Prelude, etude, karya asli dan karya transkrip. |
| LAST_UPDATED2 |
